Sabtu, Agustus 18, 2007

Menghargai Peran Hidup Kita

Pembaca Yang Budiman,
Semoga kita mampu menjadikan hidup ini sebagai sebuah kesempatan untuk melakukan yang terbaik. Dengan niat yang selalu berpijak pada pikiran, perkataan dan perbuatan, dan cara yang paling sesuai dengan tuntunan-Nya. Hingga setiap persembahan kita pada-Nya akan terus mendekatkan kita menjadi orang-orang pilihan dalam pandangan-Nya, menempati tempat terbaik di dalam sifat satwika yang agung. Sungguh Tuhan melalui kitab suci-Nya yang mulia dan para Maha Rsi lewat dharma wacananya yang mengalir lurus dari lisannya yang suci, telah membimbing agar kita menjadi manusia yang berkwalitas berguna bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara.

Tuhan telah memilih manusia sebagai dharma duta di muka bumi ini, amanat yang agung yang manusia pikul itu, sesungguhnya dapat dilaksanakan andai kata masing-masing diri kita, adalah sosok pribadi yang berkwalitas. Dan kwalitas pribadi atau pun kwalitas hidup kita dapat terukur dari sejauh mana pendalaman atau karakter penjiwaan kita terhadap peran yang kita geluti atau kreasi karya yang hendak kita lahirkan.

Sebagai ilustrasi, andaikata suatu ketika kita merasa amat terpesona, tersedot perhatian demi mendengar sebuah puisi yang dibawakan oleh seorang seniman, maka jelas jiwa seniman itulah yang menjadikannya menakjubkan. Andaikata puisi itu dibawakan tanpa penjiwaan, tanpa kesungguhan hati untuk meresapi maknanya, maka seindah dan sepuitis apapun kata-kata, akan terdengar hambar. Tak meninggalkan kesan, apalagi kemampuan menggugah bathin. .Pembacaan puisi itu menjadi murahan, tak layak menjadi kenangan dalam benak orang banyak.

Begitulah kwalitas pribadi dan pola hidup kita. Pendalaman atau penjiwaan serta pencerahan kita terhadap apa-apa yang kita lakukan, akan menjadi tolak uku kwalitas kerja kita tersebut. Seorang istri misalnya, ia akan menjadi penyenang mata dan penyejuk hati suaminya, peneguhnya untuk berjuang menghadapi kerasnya hidup keseharian, peliknya bertahan dalam pondasi sraddha yang kuat.

Demikian, semoga bermakna

Batam, 16 Agustus 2007


I WAYAN CATRA YASA

0 komentar: