Rabu, Agustus 15, 2007

Percaya Tuhan dan Kesuksesan Hidup

Setiap manusia tanpa kecuali akan menjadi apa yang ia percayai.

Bila kita percaya pada Tuhan, maka kita akan berjalan di jalan ketuhanan, dan dengan demikian kita akan sukses dalam mewujudkan misi kehidupannya sebagai manusia.

Bila kita percaya pada setan, maka ia akan berjalan di jalan kesetanan dan dengan demikian kita akan gagal dalam mewujudkan misi kehidupannya sebagai manusia.

Kehidupan manusia adalah produk dari tindakannya ( Pikiran, perkataan dan perbuatannya)

Apa saja yang manusia pikirkan, ucapannya dan perlakuannya, pasti akan menghasilkan kehidupan yang sama persis. Singkat kata apa yang ia tanam, itulah yang akan ia petik, implementasi dan dampak nyata "Hukum Karmapala". Bila ia berucap dan berbuat kebaikan, maka ia akan menerima kebaikan pula, sehingga kehidupannya akan baik. begitu pula sebaliknya, bila ia berucap dan berbuat kejahatan, maka ia akan menerima kejahatan pula, sehingga kehidupannya akan dijahati orang terus.

Tindakan manusia adalah produk dari pikirannya.

Pikiran selalu mendahulukan tindakan. Setiap manusia yang waras di dunia ini umumnya berpikir terlebih dahulu baru bertindak dan bukan bertindak dulu baru berpikir.

Pikiran manusia adalah produk dari misi dan tujuannya.

Pikiran adalah alat dari misi dan tujuan manusia. Bila misi atau tujuan manusia itu baik, maka pikirannya akan mencari jalan untuk mewujudkan kebaikannya. begitu pula sebaliknya, bila misi atau tujuan manusia itu jahat, maka pikirannya akan mencari jalan untuk mewujudkan kejahatannya.

Misi atau tujuan manusia adalah produk dari kepercayaannya

Bila ia percaya pada Tuhan dan hukumnya yang mengatur kehidupan ini ( sering disebut alam micro dan macro atau alam bhuana alit dan bhuana agung ). Di dalamnya terkandung pelaksaanaan Yama dan Niyama brata yang berprinsip pada hukum sebab dan akibat / hukum karma pala, maka ia akan selalu bertujuan, berpikir dan bertindak yang BAIK dan BENAR terhadap semua makhluk, baik terlihat maupu tidak terlihat, sebagaimana ia harapkan mereka akan berbuat yang sama kepada dirinya.

Bila kita percaya pada setan dan kebohongan bisa mengalahkan Tuhan dan melampaui hukumnya, serta mengabulkan permintaannya tanpa balasannya yang lebih berat, maka ia akan selalu bertujuan, berpikiran dan bertindak jahat atau bohong terhadap semua makhluk. Begitu pula ia akan selalu menunjukan kekuatan dan kekejamannya demi terhindar dari pembalasan kejahatan dan kebohongan yang akan dilakukan makhluk-makhluk sejenis kepada dirinya, yang pada akhirnya akan menyeret dia ke dalam alam kehidupan neraka.

Demikian semoga berguna.


Batam, 16 Agustus 2007

I WAYAN CATRA YASA

0 komentar: